Wahyuni Perdana
Sabtu, 18 Juni 2016
Selasa, 12 Januari 2016
BIODATA SHAHID KAPOOR

Nama Lengkap: Shahid Kapoor
Tempat/ Tgl. Lahir: New Delhi, 25 Februari 1981
Tinggi Badan : 173 Cm
Berat Badan : 67 Kg
Warna Mata : Hitam
Warna Rambut : Hitam
Status Perkawinan : Kawin
Pasangan : Mira Rajput
Menikah : 2015 - present
Jenis Kelamin : Laki Laki
Kewarnegaraan : India
Nama Orang Tua : Pankaj Kapoor,Neelima Azeem
Profesi : Actor
Tahun Aktif : 2003 - Sekarang
Facebook : Shahid Kapoor
Twitter : @shahidkapoor
Instagram : @shahidkapoor
Tahun Judul Peran
| 2003 | Ishq Vishk | Rajiv Mathur | ||||||||||||||
| 2004 | Fida | Jai Malhotra | ||||||||||||||
| 2004 | Dil Maange More | Nikhil Mathur | ||||||||||||||
| 2005 | Deewane Huye Paagal | Karan | ||||||||||||||
| 2005 | Vaah! Life Ho Toh Aisi! | Aditya "Adi" Verma | ||||||||||||||
| 2005 | Shikhar | Jaidev "Jai" Vardhan | ||||||||||||||
| 2006 | 36 China Town | Raj Malhotra | ||||||||||||||
| 2006 | Chup Chup Ke | Jeetu Prasad Sharma | ||||||||||||||
| 2006 | Vivah | Prem | ||||||||||||||
| 2007 | Fool & Final | Raja/Rahul | ||||||||||||||
| 2007 | Jab We Met | Aditya Kashyap | ||||||||||||||
| 2008 | Kismat Konnection | Raj Malhotra | ||||||||||||||
| 2009 | Kaminey | Charlie/Guddu | ||||||||||||||
| 2009 | Dil Bole Hadippa! | Rohan Singh | ||||||||||||||
| 2010 | Chance Pe Dance | Sameer Behl | ||||||||||||||
| 2010 | Paathshaala | Rahul Prakash Udyavar | ||||||||||||||
| 2010 | Badmaash Company | Karan Kapur | ||||||||||||||
| 2010 | Milenge Milenge | Amit "Immy" Kapoor | ||||||||||||||
| 2011 | Mausam | Harinder "Harry" Singh | ||||||||||||||
| 2012 | Teri Meri Kahaani | Jawed/Govind/Krish | ||||||||||||||
| 2013 | Bombay Talkies | Diri sendiri | ||||||||||||||
| 2013 | Phata Poster Nikla Hero | Vishwas Rao | ||||||||||||||
| 2013 | R... Rajkumar | Romeo Rajkumar | ||||||||||||||
| 2014 | Haider | Haider Meer | ||||||||||||||
| 2014 | Action Jackson | Diri sendiri | ||||||||||||||
| 2015 2016 2016 |
Shaandaar Rangoon Udta Punjab |
TBA |
Rabu, 18 November 2015
Kandang Kelinci Ku
Kandang Kelinci 3 Tingkat, sekian lama menunggu akhirnya siap juga. Bahan terbuat dari kayu dan bambu.
Saat itu lama tak kucarikan pengganti Michy, hingga akhirnya sekian bulan berlalu barulah aku cari pasangannya, saat itu kelinci itu kurapan, saat aku membeli yang baru, ternyata penyakit kurap itu juga menyebar ke kelinci yang baru ku beli. Saat itu kelinci putih yang kubeli juga punya anak, kalau tidak salah 3 ekor, namun karena tempat yang tak memungkinkan, membuat dia stres, anaknya pun mati semua.
Lain kali ya guys kita sambung tentang kelinciku yang lain.. see you..
Sebelum dan Sesudah dicat 30 Agustus 2015
Ingin Mengubah hobby jadi ladang penghasil duit, sebelum memulainya BISMILLAH tak lupa, karena dengan ada nya izin dari Yang Kuasa lah ini bisa tercipta. Semoga usahaku tidak sia-sia. ku kumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk bisa membeli bahan pembuatan kandang ini.
Pengalaman pertama punya kelinci, saat itu aku beli sepasang anggora yang sangat menggemaskan, namanya Michy (F) dan Mochy (M).
Kelinci Pertamaku
Saat dia sudah besar, sedangkan pasangannya mati digigit kucing
Saat itu lama tak kucarikan pengganti Michy, hingga akhirnya sekian bulan berlalu barulah aku cari pasangannya, saat itu kelinci itu kurapan, saat aku membeli yang baru, ternyata penyakit kurap itu juga menyebar ke kelinci yang baru ku beli. Saat itu kelinci putih yang kubeli juga punya anak, kalau tidak salah 3 ekor, namun karena tempat yang tak memungkinkan, membuat dia stres, anaknya pun mati semua.
Lain kali ya guys kita sambung tentang kelinciku yang lain.. see you..
Rabu, 28 Oktober 2015
Assalamu'alaikum,,
Pagi ini, tepatnya hari Kamis, aku mulai membuat catatan di blog ini,, karena hari kamis ini sempat istirahat dan bisa membuka laptop kesayanganku ini,, sekedar hanya curhat, di dunia ini tidak semua orang menyukai kita, ada yang menghargai kita ada juga yang merendahkan kita, bahkan tidak menghargai kita sama sekali, so tak usah bersedih. kita tidak perlu mengingat orang yang membenci kita, tapi ingatlah orang yang membutuhkan kita dan juga orang menyayangi kita dengan sepenuh hatinya.
Kehidupan ini penuh dengan liku-liku, kadang kita berada di atas kadang juga di bawah, kadang kita bahagia kadang juga kita bersedih, itulah yang namanya bumbu kehidupan. di usiaku yg ke 24 ini jg akan menjelang 25, dengan kesendirianku, ku sibukkan diri dengan mengajar baik di TPQ maupun di Sekolah. Di sana aku mendapat banyak pengalaman, dari hal yang terkecil sampai pengalaman terbesar.
Pagi ini, tepatnya hari Kamis, aku mulai membuat catatan di blog ini,, karena hari kamis ini sempat istirahat dan bisa membuka laptop kesayanganku ini,, sekedar hanya curhat, di dunia ini tidak semua orang menyukai kita, ada yang menghargai kita ada juga yang merendahkan kita, bahkan tidak menghargai kita sama sekali, so tak usah bersedih. kita tidak perlu mengingat orang yang membenci kita, tapi ingatlah orang yang membutuhkan kita dan juga orang menyayangi kita dengan sepenuh hatinya.
Kehidupan ini penuh dengan liku-liku, kadang kita berada di atas kadang juga di bawah, kadang kita bahagia kadang juga kita bersedih, itulah yang namanya bumbu kehidupan. di usiaku yg ke 24 ini jg akan menjelang 25, dengan kesendirianku, ku sibukkan diri dengan mengajar baik di TPQ maupun di Sekolah. Di sana aku mendapat banyak pengalaman, dari hal yang terkecil sampai pengalaman terbesar.
Wassalam..
Jumat, 28 Agustus 2015
Rabu, 10 Desember 2014
Excel
| No | Kode Tiket | Nama Penonton | Jam Main | Kelas Tiket | Harga Tiket | Total Diskon | Total Harga | Door Prize |
| Urut | ||||||||
| 1 | 321-VIP-PGI | Andi | Pagi | VIP | 34500 | 5175 | 29325 | |
| 2 | 007-VIP-MLM | Ani | Malam | VIP | 34500 | 3450 | 31050 | |
| 3 | 145-BLK-SNG | Armie | Siang | BLK | 25000 | 1250 | 23750 | |
| 4 | 019-VIP-MLM | Doni | Malam | VIP | 34500 | 3450 | 31050 | |
| 5 | 450-VIV-MLM | Dila | Malam | VIV | 45000 | 4500 | 40500 | |
| 6 | 223-VIV-SNG | Alya | Siang | VIV | 45000 | 2250 | 42750 | |
| 7 | 222-BLK-PGI | Rendra | Pagi | BLK | 25000 | 3750 | 21250 | |
| 8 | 023-BLK-MLM | Rahul | Malam | BLK | 25000 | 2500 | 22500 | |
| 9 | 245-BLK-MLM | Monica | Malam | BLK | 25000 | 2500 | 22500 | |
| 10 | 560-VIP-SNG | Andre | Siang | VIP | 34500 | 1725 | 32775 | |
| Singkatan | PGI | MLM | SNG | Kelas Tiket | Harga Tiket | |||
| Jam Main | Pagi | Malam | Siang | BLK | 25000 | |||
| Diskon | 15% dari harga tiket | 10% dari harga tiket | 5% dari harga tiket | VIP | 34500 | |||
| VIV | 45000 | |||||||
| Jika Kelas Tiket = VIV dan Total harga >= 50000. Maka Doorprize = Silver Queen | ||||||||
| Selain itu tidak ada Doorprize | ||||||||
Selasa, 02 Desember 2014
SKRIPSI
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Shalat
adalah salah satu rukun Islam yang kedua yang diwajibkan kepada setiap umat Muslim.
Shalat merupakan suatu ibadah yang terdiri atas ucapan-ucapan,
perbuatan-perbuatan tertentu yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri
dengan salam dengan syarat-syarat tertentu.[1]
Orang
tua hendaknya mengajarkan kepada anaknya tata cara shalat yang benar, kemudian
harus memperhatikan cara menunaikan ibadah shalat anak apabila telah menginjak
usia tujuh tahun, dengan tujuan untuk mendidik dan membiasakan anak. Anak berhak
untuk dipukul apabila telah berusia sepuluh tahun jika tidak mau mengerjakan
shalat. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw:
عَنْ عَمْرُو بْنِ شُعَيْبِ عَنْ اَبِيْهِ عَنْ جَدِّهِ
قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مُرُوْاأَوْلَادَكُمْ
بِالصَّلَاةِ وَهُمْ اَبْنَاءُ سَبْعَ سِنِيْنَ، وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ
اَبْنَاءُ عَشْرُ سِنِيْنَ وَفَرِّ قُوْا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ (راوه ابو
داود)[2]
Artinya:
Dari ‘Amr bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya dia berkata: Rasulullah
saw bersabda: “Perintahkanlah anak-anak kalian untuk shalat ketika mereka
berusia tujuh tahun dan pukullah mereka jika tidak mengerjakan shalat pada usia
sepuluh tahun dan (pada usia tersebut) pisahkanlah tempat tidur dengan mereka.”
(HR. Abu Daud)
Tujuan
dari itu semua adalah agar anak terbiasa untuk menunaikan kewajiban shalat dan
tidak merasa asing dengan ibadah yang namanya shalat, agar anak belajar
terhadap sesuatu yang baik bagi dirinya, memahami sesuatu yang membawa bencana terhadap
dirinya (apabila meninggalkan shalat), sehingga tatkala telah menginjak usia
baligh tidak lagi kesulitan melaksanakan shalat, karena sudah terbiasa dan
terlatih.[3]
Ada
dua hal yang harus diperhatikan orang tua, pertama kebutuhan materi, seperti
makan, minum, uang jajan dan yang kedua adalah kebutuhan non-materi, seperti
pendidikan, pembinaan akhlak dan keteladanan dari orang tua sehingga anak
menjadi shaleh dan shalihah. Sebagaimana firman Allah swt dalam al-Qur’an
sebagai berikut :
$pkr'¯»t tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#þqè% ö/ä3|¡àÿRr& ö/ä3Î=÷dr&ur #Y$tR $ydßqè%ur â¨$¨Z9$# äou$yfÏtø:$#ur $pkön=tæ îps3Í´¯»n=tB ÔâxÏî ×#yÏ© w tbqÝÁ÷èt ©!$# !$tB öNèdttBr& tbqè=yèøÿtur $tB tbrâsD÷sã ÇÏÈ
Artinya: “Hai
orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka
yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang
kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya
kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”(Q.S.
at-Tahrim: 6)[4]
Anak dalam ajaran Islam ialah amanat
dari Allah swt yang dititipkan kepada kedua orang tuanya. Pandangan ini
mengisyaratkan adanya keterkaitan eksistensi anak dengan al-Khaliq
maupun dengan kedua orang tuanya. Istilah amanat mengimplikasikan keharusan
menghadapi dan memperlakukan anak dengan sungguh-sungguh, hati-hati, teliti dan
cermat. Sebagai amanat, anak harus dijaga, dibimbing dan diarahkan selaras
dengan apa yang diamanatkan. Anak dilahirkan tidak dalam keadaan kosong, ia
dilahirkan dalam keadaan fitrah. Memang ia dilahirkan dalam keadaan tidak tahu
apa-apa, akan tetapi ia telah dibekali dengan pendengaran, penglihatan dan kata
hati, sebagai modal yang harus dikembangkan dan diarahkan kepada martabat
manusia yang mulia, yaitu untuk mengisi dan menjadikan kehidupannya menjadi bertakwa
kepada Allah swt.[5] Rasulullah
saw. bersabda:
عَنْ
أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِي الله عَنْهُ، أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ: قَالَ رَسُول الله
صلى الله عليه وسلم: مَا مِنْ مَوْلُوْدٍ إِلَا يُوْلَدُ عَلَى الفِىطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ
يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ وَيُمَاجِّسَانِهِ (رواه مُسْلِمٌ)[6]
Artinya: Abu Hurairah r.a
berkata, Rasulullah saw Bersabda: “Seorang bayi tidaklah dilahirkan melainkan
dalam kesucian (fitrah). Kemudian kedua orang tuanyalah yang menbuatnya menjadi
Yahudi, Nasrani dan Majusi”. (HR. Muslim)
Dari hadis di atas dapat disimpulkan
bahwa baik buruknya anak sangat tergantung pada sikap dari pada orang tuanya.
Seandainya orang tua dengki dalam praktek sehari-hari maka anak akan turut
mempengaruhinya, demikian pula terhadap hal-hal yang lainnya. Anak yang
dilahirkan ke muka bumi ini dalam keadaan fitrah (potensi) berupa potensi
religius (nilai-nilai agama). Kemampuan dasar ini pada dasarnya adalah setiap
jiwa manusia itu telah disirami dengan nilai-nilai agama Islam.[7]
Beberapa
penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa orang tua dengan tingkat pendidikan
dan status sosial-ekonomi rendah, lebih cenderung bersikap menuruti dan
membiarkan saja masalah pendidikan. Adapun orang tua yang tingkat pendidikan
dan status sosial ekonomi tinggi, lebih cenderung ke sikap
pendidikan yang menekankan pada disiplin dan tuntutan terhadap prestasi.[8]
Ada
perilaku aneh yang dilakukan oleh sebagian orang tua muslim akhir-akhir ini.
Orang tua begitu giat membangunkan anak di pagi hari untuk ikut les privat.
Untuk masalah ini, segenap perhatian mereka curahkan. Bahkan tidak segan orang
tua menjatuhkan sanksi pada anak ketika terlambat atau tidak mengikuti les
privat. Namun tidak demikian untuk masalah shalat. Padahal mereka telah
mengajari anak bahwa kehidupan akhirat jauh lebih baik dan kekal dari pada
kehidupan dunia, sebagaimana firman Allah swt berikut ini:
$tBur
ÍnÉ»yd
äo4quysø9$#
!$u÷R$!$#
wÎ)
×qôgs9
Ò=Ïès9ur
4
cÎ)ur
u#¤$!$#
notÅzFy$#
}Îgs9
ãb#uquptø:$#
4
öqs9
(#qçR$2
cqßJn=ôèt
ÇÏÍÈ
Artinya:
“Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan Sesungguhnya
negeri akhirat sungguh benar-benar kehidupan andai mereka mengetahui.” (QS.
Al-‘Ankabut: 64)[9]
Untuk
menumbuhkan kebiasaan shalat pada diri anak tidaklah mudah, karena pada masa
anak-anak ini akan terlihat beberapa sikap perlawanan. Masa ini akan terlewati
dengan baik apabila anak dibesarkan, dipelihara dan dididik dalam rumah tangga
yang aman, tentram dan penuh kasih sayang. Maka pribadinya akan terbina dengan
baik, terlebih bila ayah dan ibunya taat dalam melaksanakan ajaran agama.[10]
Begitu
besar dan pentingnya peranan orang tua dalam mendidik anak-anaknya terutama
dalam membimbing dan membiasakan anaknya untuk shalat, yang apabila semua itu
terealisasikan dengan baik maka akan membentuk pribadi anak yang taat dalam
menjalankan perintah Allah swt. Untuk menjadi bekal yang baik bagi kehidupan
anak dimasa akan datang. Berbeda dengan kenyataannya sebagian orang tua belum
menjalankan perannya dengan baik.
Namun
kenyataan yang terjadi di Desa Seubun Ayon, peran orang tua terhadap pendidikan
shalat anak masih kurang dan orang tua kurang menyadari betapa pentingnya
pembinaan shalat anak pada usia 7-10 tahun, sehingga anak pada usia ini menganggap
shalat itu hal yang biasa saja.
Di
Desa Seubun Ayon, sebagian besar orang tua bekerja sebagai petani, kaum ibu
ikut bersama-sama memikul beban keluarga untuk mencari nafkah, sebagian orang
tua terlalu larut dalam mencari nafkah sehingga kurang membina pendidikan
shalat anak.
Berdasarkan
latar belakang masalah di atas, penulis menarik untuk mengadakan penelitian dalam
skripsi ini dengan fokus penelitian adalah Bagaimana Pengaruh Profesi Orang Tua
Terhadap Pendidikan Shalat Anak di Desa Seubun Ayon?
B.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan dari latar belakang
masalah di atas, maka yang menjadi rumusan
masalah
dalam penelitian ini adalah :
1. Bagaimana
peran orang tua dalam pendidikan shalat anak di Desa Seubun Ayon?
2. Bagaimana
strategi dan pendekatan-pendekatan yang dilakukan oleh orang tua terhadap
pendidikan shalat anak di Desa Seubun Ayon?
3. Bagaimana
problematika dan usaha solutif yang dihadapi orang tua dalam pembinaan pendidikan
shalat anak di Desa Seubun Ayon?
C.
Penjelasan
Istilah
Untuk menghindari kesalahpahaman dalam
menafsirkan judul ini, maka penulis perlu menjelaskan istilah-istilah sebagai
berikut:
a. Pengaruh
Menurut
kamus besar bahasa Indonesia pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari
sesuatu yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang.[11]
Pengaruh adalah daya yang ada atau yang timbul dari sesuatu, baik itu orang,
benda atau yang berdekatan, misalnya orang tua dengan anak.[12]
Pengaruh adalah “ Kesan yang ditimbulkan dari sesuatu baik berupa orang, benda
yang ikut membentuk kepercayaan, watak atau perbuatan seseorang.”[13]
Adapun pengaruh yang penulis
maksudkan adalah daya atau kekuatan yang timbul dari sesuatu, baik itu orang maupun
benda serta segala yang ada di alam sehingga mempengaruhi apa-apa yang
ada di sekitarnya.
b. Profesi
Orang Tua
Profesi
adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan,
kejuruan) tertentu.[14]Menurut
Soegito Reksodihardjo, Profesi adalah suatu bidang kegiatan yang dijalankan
seseorang dan merupakan sumber nafkah baginya. Meskipun lazimnya profesi
dikaitkan dengan taraf lulusan Akademi/ Universitas, suatu profesi tidak mutlak
harus dijalankan oleh seorang sarjana.[15]
Dalam
kamus besar bahasa Indonesia orang tua adalah ayah dan ibu kandung.[16]
Menurut Amir Daien Indrakusuma “orang tua adalah orang yang pertama dan utama
yang wajib bertanggung jawab atas pendidikan anaknya”.[17]
Orang tua merupakan pendidik utama dan pertama bagi anak-anak mereka, karena
dari merekalah anak mula-mula menerima pendidikan.[18]
Adapun profesi orang tua yang
penulis maksudkan adalah suatu pekerjaan yang telah ditekuni oleh orang tua dan
telah mempunyai keahlian di bidang tersebut untuk menafkahi kehidupan rumah
tangganya.
c. Pendidikan
Shalat
Dalam
kamus besar bahasa Indonesia pendidikan diartikan sebagai “proses pengubahan
sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan
manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan”.[19]
Pendidikan
merupakan upaya yang dapat membangun potensi manusia untuk mampu mengeban tugas
yang dibebankan padanya karena hanya manusia yang dapat dididik dan mendidik.[20]
Shalat menurut bahasa artinya doa, atau doa
untuk kebaikan dikatakan “Shalla Shalatan”: ibadah khusus yang sudah
dijelaskan batasan waktu dan tata caranya dalam syariat Islam. Adapun menurut
syariat, shalat adalah sejumlah ucapan dan perbuatan khusus, diawali dengan
takbir dan diakhiri dengan salam. Dinamakan shalat menurut pengertian syariat
karena ia mengandung doa.[21]
Shalat
adalah suatu ibadah yang terdiri atas ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan
tertentu yang di mulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam dengan
syarat-syarat tertentu. Shalat juga berarti doa untuk mendapatkan kebaikan atau
salawat bagi Nabi Muhammad saw.[22]
Shalat adalah rukun
Islam kedua, berupa ibadah kepada Allah swt, wajib di lakukan oleh setiap
muslim mukalaf, dengan syarat, rukun dan bacaan tertentu, dimulai dengan takbir
dan diakhiri dengan salam.[23]
Shalat adalah pernyataan bakti dan memuliakan Allah swt dengan cara dan
perkataan-perkataan tertentu.[24]
Adapun pendidikan shalat yang
penulis maksudkan adalah suatu usaha untuk mengantarkan anak
ke arah kedewasaannya dalam hal beribadah kepada Allah swt.
d. Anak
Anak adalah manusia yang sudah
berkembang untuk menuju tingkat remaja.[25]
Dalam psikologi pendidikan, kata anak diartikan manusia dalam periode
perkembangan dari berakhirnya masa bayi hingga menjelang pubertas.[26]
Anak adalah kader penerus dari ibu dan bapaknya dan termasuk unsur mutlak dalam
melestarikan bangsa dan Negara.[27]
Menurut I. P. Simajuntak, anak
adalah makhluk yang masih harus berkembang menuju kesempurnaan.[28]
Menurut Imam Ghazali, anak adalah “Suatu amanah Tuhan kepada ibu bapaknya.”[29]
Adapun Anak yang penulis maksudkan adalah anak laki-laki atau perempuan yang berusia 7 sampai 10 tahun.
D. Tujuan
Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan
penelitian dalam skripsi ini adalah :
1. Untuk
mengetahui peran orang tua dalam pendidikan shalat anak di Desa Seubun Ayon.
2. Untuk
mengetahui strategi dan pendekatan-pendekatan yang dilakukan oleh orang tua
terhadap pendidikan shalat anak di Desa Seubun Ayon.
3. Untuk
mengetahui problematika dan usaha solutif yang dihadapi orang tua dalam
pembinaan pendidikan shalat anak di Desa Seubun Ayon.
E.
Hipotesis
Dalam rangka menyelesaikan penelitian
ini penulis berpijak pada hipotesis (dugaan sementara) yaitu jawaban sementara
terhadap suatu masalah. Jawaban tersebut masih perlu diuji kebenarannya.[30]
Adapun
yang menjadi hipotesis dalam penelitian ini adalah :
1. Jika
peran orang tua kurang dalam membina shalat anaknya sejak usia 7 sampai 10
tahun, maka pada usia baligh anak masih belum terbiasa dengan shalat dan
menganggap shalat itu suatu hal yang asing.
2. Jika
strategi dan pendekatan yang dilakukan orang tua terhadap pendidikan shalat
anaknya kurang tepat, maka anak akan menganggap shalat itu suatu hal yang
berat.
3. Jika
orang tua tidak mampu menghadapi problematika dan usaha solutif dalam membina
shalat anak, maka orang tua gagal dalam memberi pendidikan shalat pada anak.
[1]
A. Hafizh Anshari AZ, dkk, Ensiklopedia Islam, (Jakarta: Ichtiar Baru Van
Hoeve, 1994), hal. 255.
[2] Imam Hafidz Abi Daud Sulaiman, Sunan Abi Daud, (Beirut:
Dar Al-Kutub Al-ilmiyah, 2001), hal. 91.
[3] Syaikh Hasan Ayyub, Fiqih Ibadah, Cet. I, (Jakarta: Pustaka
Al-Kautsar, 2003), hal. 116.
[4] Departemen Agama RI, Al-Qur’an
dan Terjemahannya, (Jakarta: Naladana, 2004), hal. 820.
[5] Muhammad ‘Ali Quthb, Sang
Anak dalam Naungan Pendidikan Islam…, hal. 11-12.
[6] Imam Abu al-Husain Muslim bin
Hajjaj, Shahih Muslim, Juz 4, (al-Qahirah: Dar al-Hadis,1997), hal. 351.
[7] Al-Husaini
Abdul Hasyim, Pendidikan Anak Menurut
Islam, (Bandung: Sinar Baru Al-Gensiondo, 1994), hal. 68.
[9] Departemen Agama RI, Al-Qur’an
dan Terjemahannya…, hal. 569.
[10] Akyas Azhari, Psikologi
Pendidikan, (Semarang: Dunia Utama, 1996), hal. 26.
[11] Hasan Alwi, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Ed. 3, Cet. 3, (Jakarta: Balai
Pustaka, 2005), hal. 849.
[12] W. J. S. Poerwadarminta, Kamus
Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1997), hal. 731.
[13] Muhibbin Syah, Psikologi
Pendidikan Suatu Pendekatan Baru, (Jakarta: Rosada Karya, 1990), hal. 45.
[14]
W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa
Indonesia, Edisi III, Cetakan ke-4, (Jakarta: Balai Pustaka, 2007), hal.
911.
[20]
Udin Syaefudin Sa’ud dan Abin Syamsuddin Makmun, Perencanaan Pendidikan,
(Bandung: Remaja Rosda Karya, 2006), hal. 6.
[27] Kahar Masyhur, Bulughul Maram,
Jilid II, (Jakarta: Rineka Cipta, 1992), hal, 148.
[28] I. P. Simajuntak, Ilmu
Pendidikan, Jilid I, (Jakarta: Depdikbud, 1972), hal. 50.
[29] Abu Ahmadi, Ilmu Pendidikan,
(Jakarta: Rineka Cipta, 1991), hal. 26.
[30] Moh. Prabundu Tika, Metode Penelitian Geografis, (Jakarta:
Bumi Aksara, 2005), hal. 20.
Langganan:
Postingan (Atom)












